EPISODE KE 1
Dear all. Gimana udah eye catching belom ? Mas Anang sih udah bilang, "aku yes!". Masyarakat Lunas Jaya, Tanah Abang, Kab. PALI juga pasti sependapat sama Mas Anang. Hanya si receh atau coin donasi alfamart aja yang bilang, "NO". Harap maklum, namanya juga recehan umat.
Okey ! satir nya cukup sampe disitu saja ya. Secara kita mesti bijak, hati-hati dan wanti-wanti sama yang namanya UU ITE. Terlebih, barang yg mau di bahas luar biasa panas nya. Jangankan gua, sekelas pakde jokowi aja di gerutu umat sedunia.
Back on stage...
Jadi begini, ada suatu Desa sebut saja nama Desanya itu Lunas Jaya. Bisa dikatakan ni desa subur banget boskuh. Bisa jadi, suburnya itu karena Desa ini di apit sama banyak sungai, dan sungai paling besar itu namanya lematang. Saking besarnya nih sungai, dia sampe jadi habitatnya buaya darat yang perutnya off side. Kebayang kan loe gimana ngakaknya kalo ni buaya dapet umpan lambung dari pirlo.
Kita lanjut...
Sekitar 10 tahun lalu, ini desa mendapatkan kehormatan. Gimana nggak hormat, nggak semua desa lho yang wilayahnya dilewatin sama jalur mobilisasi Batubara dari tambang sampe ke kapal tongkang. Cuman ya gitu, desanya dapet kehormatan tapi masyarakatnya cuma dapet prank.
Nah, di sekitar tahun 2017 lagi dan lagi. Desa ini kembali mendapatkan kehormatan. Apa itu ? Surpriseee!! Sebuah kebanggaan yang patut dirayakan terutama untuk mereka yang dapat uang dari hasil jual lahan, jual harga diri, jual kesehatan orang, sama jualan lingkungan.
Ya Allah Ya Robb !! Sama perusahaan desa ini ditunjuk jadi lokasi pengepokan (stockpell) batubara berikut seperangkat alat pemecahnya (mine crusher). Alhamdulillah, hingga malam ini mesin pemecahnya (mine crusher) nggak mau mogok. Kalo di denger bunyinya itu kayak gini, "cucu an, cuan.. cuan.. cuan tum dum dum dum". Wes pokoknya melodinya Cak Sodik nggak ada apa-apanya.
Emang bisa sih perusahaannya. Si Perusahaanya faham, masyarakat di desa itu hampir merata suka sama alunan musik dangkers (dangdut keras). Biar simbiosis mutualismenya terjalin, kesukaan masyarakat desa di turutin sama perusahaan.
So, begitu ditagih CSR sama Pemda nama-nama sungai. Jawabnya gampang. Dengan alunan bunyi-bunyian sepanjang malam itu sudah termasuk pemenuhan perusahaan atas tanggung jawab sosial dan lingkungan berdasarkan Pasal 74 UU No. 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
Cuocooooooote !
Dipikir-pikir emang ada benernya. Tak kasih tahu juga. Gua tadi kan bilang, desa ini makmurnya kebangetan. FYI disana ada ribuan jenis ikan sungai. Ada yang namanya tekulai tapi tak layu, ada lele akar, ada baung, betok, seluang, patin, gabus, tapa, lais, dkk. Jenis jenis ikan ini sulit kita temukan di daerah lain. Happy-happy lah warga disini itu.
Dulu, tiap musim ikan. Masyarakat sini berduyun-duyun turun ke sungai buat cari ikan pake akar racun yang ditumbuk terus dihamburin ke sungai. Habis diamburin, ikan-ikannya pada lemes. 1... 2... 3 sekampung njegur kesungai rebutan ikan. Sama masyarakat ini adat namanya Bekarang.
Perusahaan mah maha baik. Mereka sepertinya faham gimana ribetnya masyarakat kalo pas ada adat bekarang itu. Secara, yang namanya cari racun akar itu kan nggak mudah bosqueh. Harus mbolang ke kebon, kandang, dan hutan-hutan. "Ya udah deh", kata perusahaan. "kegiatan bekarangnya kita bantu pake senyawa batubara, dijamin ikannya mati menggepar-gepar". Akhirnya, dilepaskanlah senyawa pembuangan batubara itu kesungai-sungai. Sampe sungainya jadi kayak begini
Gilak nggak loe ! perusahaan mana coba yang mampu mengerti warga masyarakat secara lahir dan batin. bahkan nih ya, perusahaannya juga tahu lho kalo nggak semua warga desa lunas jaya itu sejahtera. Makanya, sebagai bentuk apresiasi kepada warga perusahaan mau repot-repot nerbangin debu-debu ke permukiman warga. ya, itung-itu begitu ni debu hinggap di nasi, warga bakal menganggap kalo debu itu sejenis abon tipis atau cabenya indomie.
Hebat ya ni perusahaan. ya semoga saja perusahaannya busung lapar. begitu udah busung lapar mereka faham kalo tatanan Minerba di Bumi Pertiwi itu nggak melulu tentang keuntungan tapi tentang perekonomian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
ijin ya https://market.bisnis.com/read/20190311/94/898445/2019-analis-prediksi-prospek-tambang-batubara-masih-positif buat gambar pertamanya
Komentar