Langsung ke konten utama

NGEBENERIN SALAHNYA TEMEN YANG SALAH JALAN, ITU NAMANYA NGERJAIN !

 

Kata orang profesi pengacara itu tugasnya ngebelain orang salah. Oh ya ? ada benernya sih. Tapi, iklan rokok bilang 'nggak semua yang lo denger itu bener'. Secara, orang salah itu kan macamnya banyak. Ada yang salah satu, salah waktu, salah tempat, salah jurusan, atau memang sengaja bikin salah supaya dapet makan gratis di penjara.

Semisal ada orang yang salah jurusan, dengan alasan kasian pasti loe tolongin kan. Begitu juga kalo temen loe salah jadwal kuliah apa ruang kelas, sebagai temen yang baik hati rajin menabung dan tidak sombong udah pasti loe 'kandanin' kan.

Terus lagi, nggak mungkin juga salahnya bakal loe benerin. Kalo loe benerin itu namanya ngerjain. Udah hukumnya kalo temen salah, wajib ngasih tahu, semisal, "bro, salah jadwal loe". "kampus loe kan nggak di sini bro". atau, "loe kan mau ke surabaya, kenapa lho ambil arah jakarta. Bego loe bro !".

Aslinya, begitu juga analogi yang berlaku dalam dunia Advokat. Dia ngebelain orang salah, tapi bukan berarti dia ngebenerin salahnya tuh orang. Kalo emang beneran salah, mau nggak mau kudu terima konsekwensinya. Ibaratnya loe salah naek bis, ya loe kudu ikhlas kalo turun dijalan. Nggak mungkin kan bis nya balik ke terminal. emang loe siapa? anaknya jokowi!

Jadi gua anggap wajar kalo dibilang pengacara itu membela yang salah (ngebelain yang bener setahu ane cuma PKB doang hahaha). 'Because' nggak ada sejarahnya pengacara duduk berdampingan sama jaksa. Secara Tugasnya udah beda, si Jaksa kerjaannya emang membuktikan kesalahan terdakwa. Kalo pengacara profesinya mencari akar masalah supaya peradilan berjalan adil nan bijaksana serta tercapai manfaat bagi semua (dasar setan bijak). Begitulah sekiranya jamaah google dimanapun anda berada.

Cuma yang bikin gua sakit dan sangat disayangkan itu adalah 'gimik' muka loe pas bilang "pengacara ngebelain orang salah". Idih, gemes banget rasanya. Pengen banget ngelempar muka loe pake asbak. Untung gua masih sayang sama asbaknya (hehe). Abisnya loe tendensius bos, naif dan sok suci!

Coba aja loe jadi terdakwa. Hem, iris kuping kucing gua kalo loe nggak nangis bombay. Bombay kuadrat dah kalo ternyata loe itu jadi terdakwa karena apes atawa karena salah waktu, salah tempat atau salah sangka.

Siapa yang mau loe mintain tolong kalo bukan pengacara? duit? hadeh, nggak semuanya bisa dibeli dengan duit boskuh! apalagi jamannya satgas pungli kayak begini nih. Polisi bintang dua aja ada yang di bui.

Maka dari itu, janganlah sentimentil dengan pengacara yang loe bilang membela yang salah. Kalo nggak ada dia, nggak ada cerita pembelaan dan perjuangan tentang hak-hak asasi manusia dalam diri manusia yang diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur di KUHAP alias miranda rule.

Meski gimanapun juga. Semua pihak, mau hakim, jaksa apalagi pengacara, semuanya takut salah. Tanggung jawabnya dunia akhirat boskuh, B E R A T !

Jadi sekarang loe faham kan kenapa pengacara itu selalu ngebelain orang salah. ya begitulah REALITA HUKUMNYA.

Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/nicolagiordano-8243414/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=3357414">Nicola Giordano</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=3357414">Pixabay</a>

Komentar

Anonim mengatakan…
Image pengacara dimata masyarakat emng sdh terbntuk sprti itu bro, mksdnya memng terkesan membela orang yg bayar sekalipun orng tsb berada pada posisi salah.
Sialnya hal itu di dukung oleh beberapa oknum pengacara yang memang mengabaikan kasus kasus orang yang notabene berada dalam ekonomi lemah��
Anonim mengatakan…
Image pengacara dimata masyarakat emng sdh terbntuk sprti itu bro, mksdnya memng terkesan membela orang yg bayar sekalipun orng tsb berada pada posisi salah.
Sialnya hal itu di dukung oleh beberapa oknum pengacara yang memang mengabaikan kasus kasus orang yang notabene berada dalam ekonomi lemah😫
GhostsOperator mengatakan…
Mari kita pergunakan term "Advokat" yang merupakan kata serapan dari bahasa Belanda "Advocaat" dari asal muasal bahasa Latin Romawi ad vocatus yang memiliki arti "to defend" yang secara harafiah bisa diterjemahkan "untuk mempertahankan/membela".

Merujuk pada pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, definisi Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang.

Dari situ sepintas bisa kita simpulkan fungsi dari seorang advokat adalah untuk memberi jasa hukum dalam bidang hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Merujuk pada pasal 2 undang-undang yang sama disebutkan pula jenis-jenis jasa hukum yang bisa diberikan antara lain: konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela dan tindakan hukum lainnya.

Jika kita kembalikan ke terjemahan advokat secara harafiah tadi maka inti sebenarnya dari tugas seorang advokat adalah melakukan pembelaan. Pembelaan kepada siapa? Masih di dalam pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, pembelaan dilakukan terhadap kepentingan hukum klien.

Kita garis bawahi pembelaan terhadap kepentingan hukum klien. Kesimpulannya tugas utama seorang advokat atau yang dikatakan pengacara harus membela kepentingan hukum kliennya, bukan membenarkan tindakan yang dilakukan oleh kliennya. Saya sepakat dengan pemikiran penulis bahwa salah tetaplah salah dan benar tetaplah benar.

Postingan populer dari blog ini

BEDANYA PENJILAT DAN LOYALITAS

  Dulu saya sering ngintilin Pak H. Sugiyanto Jamilah berbisnis. Saya lihat cara beliau membaca peluang, memenangkan tender, berkomunikasi, dan yang paling penting adalah kemampuan manajerial nya luar biasa. Dia cepat, dia nggak suka orang lelet. Berani, Jeli, licik dan cerdik. Itulah ungkapan yang sering kali saya denger tentang beliau dari orang-orang yang mengenalnya. Maka nggak heran kalo 3 perusahaan yang dahulu pernah dia pimpin (dimulai dari “nol”) kini menjadi perusahaan dengan valuasi aset mencapai ratusan miliard. Tapi, dibalik kemampuan leadership beliau yang luar biasa terselip hal-hal negatif. Seperti, berani dengan atasan, suka marah marah dengan pegawai bahkan anak majikannya aja di semprotnya (hahaha) dan dia tidak pernah mau untuk menjadi seorang penjilat. Pernah saya bertanya, “kalo bapak berani dengan atasan nanti dibilang nggak punya loyalitas”. Dia jawab, “kalo kita nurut nurut aja sama pimpinan itu namanya penjilat. Yang dinamakan loyalitas itu adalah berani...

DI PHK ITU ENAK KOK....

Di Pecat, di PHK, sama di paksa Resign. Alhamdulillah, saya pernah ngalamin semuanya. Rasanya asyik dan berandrenalin. Sumpah! saya nggak boong. Buktinya, sampe sekarang saya asyik-asyik aja. Padahal, statistik saya dari 4x kerja, 2x saya di pecat, 1x saya di PHK dan 1x saya dipaksa resign. Hem, mantaff.   Maka dari itu, buat employee berandrenaline yang hari ini lagi boring ma kerjaan, nggak puas dengan keadaan dan atau punya atasan bossy nya nggak ketulungan. Ini waktu yang tepat buat show of force. Dijamin, begitu  kamu show of force andreanaline kamu bakalan bergejolak. Ketika hasilnya adalah tiga hal tadi, energi kebencian bakal hadir dan memompa semangat kamu untuk bisa lebih sukses dari mereka.  Saya kasih contoh. Walter Elias Disney alias Walt Disney. Beliau inilah orang yang bikin tokoh-tokoh kartun semisal mickey mouse, Donal bebek, pluto, gufi, winnie the pooh, dsb jadi sukses seantero dunia. Btw, dulu sebelum sukses, dia itu kartunis di harian kansas city...