"kalo kamu mau kaya, kamu harus punya banyak tangan dan banyak kaki. Tapi inget, kamu nggak boleh dzolim dengan kaki tanganmu". Kata H. Sugianto.
Kalimat yang singkat, padat, jelas, dan ngena banget. Di sadari atau tidak ternyata kalimat mutiara ini emang bener-bener nyata terjadi.
Coba kamu resapin dalem-dalem dan semakin dalem. Dari kata-kata awalnya aja udah jelas tuh kalo kita mau kaya kita harus pake banyak tangan dan banyak kaki. Sampe sini feel nya udah dapet belom?
Saya ucapkan selamat buat yang dapet pesan tersembunyinya. Artinya kamu emang berjiwa leader nan enterpreneur. Nggak banyak lho orang yang punya jiwa seperti itu. Nggak banyak!
Buat kamu yang mungkin belum dapet pesannya. Saya sarankan buat banyak bergaul dan main yang jauh bila perlu sampe ke kutub utara sana. Kok gitu ? lha iya, itu prasyaratnya supaya kamu bermental enterpreneur!
Seorang enterpreneur sejati, sangat faham jika modal utama bukanlah uang tapi human capital. Resources yang berasal dari manusialah yang akan menghasilkan pundi-pundi uang buat kamu, buat perusahaanmu. Itulah kenapa orang-orang kaya di dunia selalu bilang bahwa pekerja adalah aset perusahaan.
Saya kasih contoh, Gojek itu perusahaan transportasi berbasis IT. Bicara tentang modal, mereka punya 2 (dua) modal fundament: 1) Tekhnologi; 2) Orang/Driver.
Runtutannya begini, Gojek menawarkan Teknologi transportasi yang mampu memberikan dampak besar untuk kebutuhan costumer. Tapi, tanpa peran dari driver gojek yang punya tangan dan kaki aplikasi / tekhnologi Gojek juga bakal sia-sia. Lha, yang mau anter orderan yang masuk ke aplikasi siapa? orang OPS! ya nggak mungkin lah.
Begitu kedua capital ini disatukan, hasilnya sudah pasti duit! dan inget, nilai valuasi Gojek udah nembus di angka $ 10.000.000.000 (10 milliard dolar amerika)lho.
Dari Gojek, kita wajib akui kalo Nadiem Makarim berhasil memanfaatkan banyaknya tangan dan kaki untuk terbang menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Bayangin kalo drivernya cuma nadiem doang. Trus dia kudu melayani orderan sejuta umat mulai dari Goride, GoFood, GoSend, GoMart. Ya kan GoBlok namanya! hehehe.
Begitulah kira-kira kalo kita bicara tentang human capital alias kaki tangan.
Kalimat berikutnya dari H. Sugianto adalah "tapi inget kamu nggak boleh dzolim sama kaki tanganmu".
Sebenernya kalimat itu lebih ditujukan sama diri kita sendiri. Dalam artian, ketika kita memutuskan untuk menjadi seorang enterpreneur kita mesti tau diri! nggak boleh ngerugiin orang lain, apalagi ngerugiin anak buah sendiri.
Inget! mereka modal utama dalam menjalankan usaha. Kalo mereka sampe kecewa dan nggak betah kita bakal rugi bandar. Enak kalo cuma nyuri barang, lha kalo mereka sampe nyuri ide terus resign lalu dibajak sama kompetitor.
Aduh mamak, bikin kacau dunia persilatan. Dia nggak cuma hapal luar dalem isi perusahaan, mulai dari pantry sampe ruang direksi. Tapi dia juga ngerti banget jelek-jeleknya kita, kelemahan dan database perusahaan. Kan brengsek namanya!
Belum lagi nih karyawan ternyata punya otak brilian yang nggak dipunyai sama karyawan lain. Bisa setengah mati buat cari penggantinya.
Makanya boskuh, orang-orang yang kerja dengan kita itu harus dirawat, dirumat dengan baik dan bijaksana. Nggak perlulah kita bossy karena tanpa dikasih tahupun mereka juga tahu kalo kita itu bosnya.
Intinya, bentuk dzolim dengan kaki tangan itu banyak bentuknya. Bisa tersurat, bisa tersirat, bisa juga dengan gimik atau perubahan perilaku budaya kerja. Karena kita bosnya, kita mesti peka dengan lingkungan dan budaya kerja. Paling penting, ketika akan menjalankan suatu program kerja kita mesti ngukur segala kemungkinan dan mempersiapkan formulasi dari kemungkinan terburuk.
Kira-kira begitulah hukum yang berlaku antara bos dengan kaki tangan...
Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/nicolagiordano-8243414/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=3357414">Nicola Giordano</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=3357414">Pixabay</a>

Komentar